sejak tahun 2007 saya punya akun Facebook. thanks to Mark Zuckerberg! saya bisa mencari teman SD saya yang hilang kontak, temen mama saya yang sudah tinggal di Jerman, dan kecengan saya dulu *halah*
well, awalnya saya memandang Facebook seperti Friendster. makin banyak jumlah teman, makin eksislah kita (sungguh itu adalah teori yang menyesatkan). nama yang dicantumkan bukan nama lengkap, namun nama kreasi a.k.a alay. untung saya menghapus akun Friendster saya, sehingga saya gak usah menyaksikan kembali kelabilan saya dulu. hahaha
jumlah teman saya di Facebook ada 1000 lebih. dan tahukah kamu kalau saya ingin sekali menghapus beberapa “teman” dari Facebook saya?
kenapa? karena saya merasa orang-orang yang ada di dalam list itu tidak semuanya saya kenal betul. dan itu menyalahi esensi dari Facebook itu sendiri. lucu rasanya kalau misalnya saya buka News Feed dan bertanya, “ini siapa ya?” saat membaca satu nama yang terasa asing.
mungkin suatu saat saya akan menghapus. gak sekarang. cuman mungkin saya akan mulai untuk berhati-hati sebelum mengklik “Confirm”.
